Character Building FDIK: Mahasiswa PMI Tampilkan Kreativitas dan Edukasi Pemanfaatan Sampah
Padangsidimpuan, 7 Oktober 2026 – Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan kembali melaksanakan kegiatan Character Building secara rutin setiap hari Rabu. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 7 Oktober 2026, bertempat di halaman Gedung FDIK dan kali ini diisi oleh mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa FDIK. Pelaksanaan Character Building menjadi salah satu ruang pembinaan mahasiswa untuk membangun karakter, meningkatkan kepercayaan diri, mengembangkan kemampuan komunikasi, serta menumbuhkan kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan.
Berbagai penampilan mahasiswa PMI mewarnai rangkaian kegiatan. Acara diawali dengan pembacaan doa oleh Ikhsanul Fadhil Hanafi Pulungan, kemudian dilanjutkan dengan khutbah yang disampaikan oleh Muhammad Rozi. Kedua penampilan tersebut menjadi bagian dari latihan mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum sekaligus memperkuat keterampilan dakwah.
Selanjutnya, Wardah Khoiriah Hasibuan tampil menyampaikan pidato berbahasa Arab. Penampilan tersebut memberikan ruang kepada mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan bahasa, keberanian, penguasaan materi, serta keterampilan komunikasi di hadapan sivitas akademika FDIK.
Suasana kegiatan semakin menarik dengan penampilan puisi oleh Lutvia Mawaddah Hasibuan. Melalui seni puisi, mahasiswa dapat mengekspresikan gagasan dan pesan secara kreatif, sekaligus mengembangkan kemampuan dalam mengolah bahasa dan menyampaikan makna kepada audiens.
Salah satu bagian yang menarik dalam Character Building kali ini adalah praktik pemanfaatan bahan bekas berupa kulit kelapa yang diperagakan oleh Kelompok Zein. Penampilan tersebut menunjukkan kreativitas mahasiswa dalam melihat sampah dan bahan bekas bukan hanya sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi juga sebagai sumber daya yang masih dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi sesuatu yang bernilai guna.

Pada sesi akhir, Ketua Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam, Samsuddin Muhammad, M.Si., memberikan arahan dan bimbingan kepada mahasiswa. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya inovasi dalam pengelolaan sampah serta bagaimana masyarakat dapat memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.
Menurutnya, sampah perlu dipandang tidak hanya sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga sebagai peluang untuk melahirkan kreativitas dan inovasi. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang tepat, berbagai jenis sampah dan bahan bekas dapat dipilah, diolah, dimanfaatkan kembali, bahkan memiliki nilai ekonomi.
Pesan tersebut sangat relevan dengan peran mahasiswa PMI yang nantinya akan berhadapan langsung dengan masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk membangun kesadaran terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mengembangkan berbagai potensi lokal melalui pendekatan pemberdayaan.
“Bagaimana kita memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang berguna merupakan bagian dari inovasi dalam pengelolaan lingkungan. Jangan melihat sampah hanya sebagai sesuatu yang tidak memiliki nilai, tetapi bagaimana kita mampu mengolah dan memanfaatkannya,” menjadi salah satu pesan penting dalam arahan tersebut.
Pengelolaan sampah juga membutuhkan perubahan pola pikir, dari budaya membuang menjadi budaya memilah, menggunakan kembali, mengolah, dan memanfaatkan. Dengan demikian, pengelolaan sampah dapat memberikan manfaat ekologis sekaligus sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

Kegiatan Character Building FDIK yang dilaksanakan secara rutin setiap pekan menjadi wadah strategis bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan secara menyeluruh. Tidak hanya kemampuan akademik, mahasiswa juga dilatih untuk memiliki keberanian tampil, kemampuan berkomunikasi, kreativitas, kepedulian sosial, serta kepekaan terhadap persoalan lingkungan di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, FDIK UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan terus mendorong mahasiswa agar menjadi generasi yang berkarakter Islami, kreatif, komunikatif, inovatif, peduli lingkungan, dan mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat.
Character Building diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan rutin mingguan, tetapi menjadi proses pembiasaan yang membentuk karakter mahasiswa untuk mampu mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh di kampus dalam kehidupan bermasyarakat.







