FDIK UIN Syahada Gelar Studium General: Kupas Transformasi Dakwah Digital di Era Artificial Intelligence

Padangsidimpuan, 5 November 2026. Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (UIN Syahada) Padangsidimpuan menggelar kegiatan Studium General bertema “Cyber Religion dalam Mentransformasikan Dakwah Digital di Era Artificial Intelligence”, Kamis (5/11/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual (online) ini diikuti oleh unsur pimpinan, civitas akademika FDIK, serta sekitar 300 mahasiswa FDIK.

Studium General ini menghadirkan narasumber Dr. Mohammad Zamroni, S.Sos.I., M.Si., tenaga pendidik pada Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan juga menjabat sebagai Ketua DPP ASKOPIS. Kegiatan ini menjadi ruang akademik bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan dan memahami perkembangan dakwah Islam di tengah pesatnya transformasi teknologi digital, khususnya kehadiran Artificial Intelligence (AI).

Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara (MC), kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Panitia, Dr. Fauzi Rizal, M.A., yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan FDIK. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan Studium General ini dilaksanakan sebagai upaya memperluas wawasan dan meningkatkan kompetensi mahasiswa FDIK dalam menghadapi perkembangan teknologi digital, khususnya pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia dakwah. Beliau berharap melalui kegiatan ini, mahasiswa mampu memahami konsep Cyber Religion serta melihat berbagai peluang dan tantangan dakwah di ruang digital. Selain itu, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi komunikator dan pendakwah digital yang kreatif, inovatif, berintegritas, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman dalam menyampaikan pesan dakwah kepada masyarakat.

Selanjutnya, arahan dan bimbingan sekaligus pembukaan kegiatan Studium General disampaikan oleh Dekan FDIK, Dr. Lis Yulianti Syafrida Siregar, S.Psi., M.A., yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Dr. Pahri Siregar, M.Pd.I.

Dalam arahannya, disampaikan bahwa perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) merupakan tantangan sekaligus peluang besar bagi dunia dakwah. Mahasiswa FDIK harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, menguasai teknologi digital, serta menjadikannya sebagai sarana untuk mengembangkan kreativitas dan memperluas jangkauan dakwah Islam. Beliau juga menekankan bahwa kecanggihan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis, etika komunikasi, dan pemahaman keislaman yang kuat, sehingga mahasiswa tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga mampu menghadirkan dakwah yang mencerahkan, moderat, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Memasuki acara inti, narasumber Dr. Mohammad Zamroni, S.Sos.I., M.Si., memaparkan materi mengenai Cyber Religion dan transformasi dakwah digital di era Artificial Intelligence. Pemaparan materi dipandu oleh Dandy Yusuf Alfasyah, Hs., S.Sos., M.S.I., yang juga sebagai dosen FDIK UIN Syahada Padangsidimpuan.

Dr. Mohammad Zamroni, S.Sos.I., M.Si., dalam pemaparannya menjelaskan bahwa Cyber Religion merupakan fenomena perkembangan aktivitas dan ekspresi keagamaan di ruang siber yang telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi, memahami ajaran agama, serta menjalankan aktivitas keberagamaan. Menurutnya, kehadiran teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI) telah membuka peluang besar bagi transformasi dakwah Islam. Melalui berbagai platform digital, pesan-pesan keagamaan dapat disampaikan secara lebih kreatif, cepat, interaktif, dan menjangkau masyarakat yang lebih luas tanpa dibatasi ruang dan waktu. Oleh karena itu, para mahasiswa dan calon praktisi dakwah perlu memahami perkembangan teknologi serta mampu memanfaatkannya secara produktif untuk memperkuat penyebaran nilai-nilai Islam.

Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa pemanfaatan Artificial Intelligence dalam aktivitas dakwah harus disertai dengan sikap kritis, bijaksana, dan bertanggung jawab. Teknologi AI memang dapat membantu menghasilkan konten dakwah, mengolah informasi, serta mempermudah komunikasi dengan masyarakat, tetapi tidak dapat sepenuhnya menggantikan peran manusia, khususnya dalam hal kebijaksanaan, keteladanan, empati, dan otoritas keilmuan agama. Karena itu, mahasiswa FDIK diharapkan mampu menjadi generasi pendakwah digital yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memiliki kedalaman ilmu keislaman, integritas moral, serta kemampuan menyaring informasi agar dakwah yang disampaikan tetap berlandaskan kebenaran, membawa kesejukan, dan memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

Kegiatan semakin interaktif melalui sesi tanya jawab. Para peserta, khususnya mahasiswa FDIK, diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi langsung dengan narasumber terkait fenomena dakwah digital serta tantangan perkembangan Artificial Intelligence dalam kehidupan keagamaan masyarakat.

Melalui kegiatan Studium General ini, FDIK UIN Syahada Padangsidimpuan berharap mahasiswa semakin siap menjadi insan akademis sekaligus calon praktisi dakwah yang adaptif, kreatif, dan inovatif dalam menghadapi perkembangan zaman. Dakwah tidak lagi hanya berlangsung di mimbar dan ruang-ruang pertemuan, tetapi juga hadir di ruang digital yang kini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat.

Pesan penting dari kegiatan ini adalah bahwa teknologi boleh terus berkembang, kecerdasan buatan boleh semakin canggih, tetapi nilai-nilai Islam, integritas, dan kebijaksanaan dalam berdakwah harus tetap menjadi landasan utama.