Bedah Buku UPT Perpustakaan, Ricka Handayani Tekankan Pelayanan sebagai Amanah dan Ibadah
Padangsidimpuan, 29 September 2026 – Ketua Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Ricka Handayani, M.M., tampil sebagai narasumber dalam kegiatan bedah buku bertajuk “Manajemen Pelayanan dalam Perspektif Islam”, Senin, 29 September 2026, di Aula UPT Perpustakaan UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh UPT Perpustakaan tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Prof. Dr. Darwis Harahap, S.H.I., M.Si. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi terselenggaranya kegiatan bedah buku sebagai bagian dari penguatan budaya akademik dan literasi di lingkungan universitas.
Menurutnya, kegiatan bedah buku tidak hanya menjadi sarana untuk memahami isi sebuah karya ilmiah, tetapi juga menjadi ruang dialog untuk mengembangkan gagasan, memperluas wawasan, serta membangun tradisi keilmuan yang kuat di kalangan sivitas akademika. Ia berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas akademik dan pelayanan di lingkungan perguruan tinggi.
Sementara itu, Kepala UPT Perpustakaan, Yusri Fahmi, S.Ag., S.S., M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan bahwa perpustakaan terus berupaya menghadirkan ruang intelektual yang aktif bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. Menurutnya, perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca dan meminjam buku, tetapi juga sebagai pusat pengembangan literasi, diskusi akademik, dan pertukaran gagasan.
“Melalui kegiatan bedah buku, kita ingin mendorong budaya membaca sekaligus membangun ruang diskusi ilmiah yang dapat memperkaya wawasan sivitas akademika. Perpustakaan harus menjadi bagian penting dalam penguatan atmosfer akademik di kampus,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Ricka Handayani, M.M. menekankan bahwa manajemen pelayanan dalam perspektif Islam tidak hanya berbicara tentang kecepatan, ketepatan, dan kepuasan pengguna layanan, tetapi juga berkaitan dengan nilai amanah, tanggung jawab, kejujuran, keadilan, profesionalitas, dan kemaslahatan.
Menurutnya, pelayanan pada hakikatnya merupakan bagian dari amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Dalam perspektif Islam, pelayanan yang baik tidak cukup hanya dinilai dari aspek administratif, tetapi juga dari sikap dan etika orang yang memberikan pelayanan.
“Pelayanan dalam Islam bukan sekadar menjalankan tugas. Pelayanan merupakan amanah dan bagian dari ibadah. Karena itu, pelayanan harus dilakukan dengan profesional, jujur, adil, ramah, dan memberikan kemudahan kepada orang yang dilayani,” jelas Ricka.
Ia juga menjelaskan bahwa prinsip-prinsip manajemen seperti perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan perlu dijalankan dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam. Integrasi antara prinsip manajemen modern dan etika Islam, menurutnya, akan melahirkan sistem pelayanan yang tidak hanya efektif dan efisien, tetapi juga humanis dan berintegritas.
Dalam konteks perguruan tinggi, Ricka menilai pelayanan kepada mahasiswa menjadi bagian penting yang harus mendapat perhatian. Pelayanan akademik, administrasi, perpustakaan, kemahasiswaan, sarana prasarana, maupun pelayanan informasi harus dibangun secara responsif, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna layanan.
Kegiatan bedah buku berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta terlihat antusias membahas berbagai persoalan terkait praktik pelayanan, tantangan penerapan manajemen pelayanan Islami, hingga pentingnya menjaga etika dan integritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa di lingkungan UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan.
Melalui kegiatan tersebut, UPT Perpustakaan diharapkan terus menjadi ruang strategis dalam membangun budaya literasi, tradisi diskusi ilmiah, serta pengembangan pemikiran akademik di lingkungan universitas. Bedah buku ini juga menjadi momentum untuk menguatkan kesadaran bahwa pelayanan yang berkualitas harus berjalan seiring dengan nilai profesionalitas, integritas, dan prinsip-prinsip keislaman.





