Dari Huntara Menuju Pemulihan: Dekan FDIK Paparkan Pendampingan Psikososial melalui Pondok Rangkul di Tapanuli Selatan

Tapanuli Selatan, 6 Oktober 2026 – Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Dr. Lis Yulianti Syafrida Siregar, S.Psi., M.A., menjadi salah satu pemapar dalam kegiatan Diseminasi Penelitian/Kajian dan Inovasi Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Bappeda Kabupaten Tapanuli Selatan.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Bappeda Kabupaten Tapanuli Selatan tersebut dilaksanakan dalam rangka peningkatan pelayanan publik serta pengembangan potensi sumber daya daerah melalui diseminasi hasil penelitian, kajian, dan inovasi tahun 2025 dan 2026. Kegiatan ini mengangkat tema ketahanan pangan dan pascabencana alam.

Kegiatan diawali dengan sambutan dan arahan sekaligus pembukaan acara oleh Chairul Rizal Lubis, ST, MM selaku Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tapanuli Selatan. Dalam arahannya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah menekankan pentingnya hasil penelitian, kajian, dan inovasi sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan pelayanan publik serta pembangunan daerah yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Berdasarkan susunan acara, pembukaan dan arahan Sekretaris Daerah menjadi agenda awal sebelum sesi pemaparan.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Lis Yulianti Syafrida Siregar, S.Psi., M.A. memaparkan kajian berjudul “Pendampingan Psikososial Masyarakat Pascabencana melalui Program Pondok Rangkul di Huntara Desa Simarpinggan, Kabupaten Tapanuli Selatan dalam Perspektif Psikologi Manajemen.” Pemaparan tersebut menjadi bagian dari agenda Pleno I.

Kajian yang menekankan pentingnya pendampingan psikososial dalam proses pemulihan masyarakat pascabencana. Pemulihan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga menyangkut pemulihan rasa aman, dukungan sosial, semangat, serta kemampuan masyarakat untuk beradaptasi setelah mengalami bencana.

Melalui Program Pondok Rangkul, masyarakat di Huntara Desa Simarpinggan memperoleh ruang pendampingan yang menekankan aspek kemanusiaan, kebersamaan, dan dukungan sosial. Dalam perspektif psikologi manajemen, proses pemulihan juga membutuhkan pengelolaan komunikasi, motivasi, keterlibatan masyarakat, serta dukungan kelompok secara terarah.

Keikutsertaan Dekan FDIK dalam kegiatan ini menunjukkan kontribusi perguruan tinggi dalam merespons persoalan nyata di tengah masyarakat. Penelitian dan kajian akademik diharapkan tidak hanya berhenti pada tataran teoritis, tetapi juga mampu memberikan manfaat praktis bagi pemerintah dan masyarakat.

Kegiatan diseminasi tersebut turut melibatkan berbagai perangkat daerah Kabupaten Tapanuli Selatan dan perguruan tinggi. Selain UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, turut diundang Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan, Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Universitas Aufa Royhan Padangsidimpuan, dan Institut Pendidikan Tapanuli Selatan. Melalui forum ini, FDIK UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan terus memperkuat perannya dalam mendukung kolaborasi akademik, pembangunan daerah, dan pemulihan masyarakat pascabencana.