Drama G30S/PKI Menggetarkan Character Building FDIK, Bangkitkan Semangat Perjuangan Mahasiswa

Padangsidimpuan, 30 September 2026 — Suasana penuh semangat dan refleksi mewarnai kegiatan Character Building Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan yang digelar pada Rabu, 30 September 2026. Kegiatan yang dipanitiai oleh mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah (MD) Semester VII ini diikuti oleh pimpinan, civitas akademika FDIK, serta mahasiswa.

Kegiatan Character Building dikemas dengan berbagai rangkaian acara yang memadukan nilai keagamaan, pengembangan kemampuan mahasiswa, serta refleksi sejarah. Acara diawali dengan pembukaan oleh MC Indah Kirana Ritonga, dilanjutkan dengan tilawah Al-Qur’an oleh Samil Khoiri dan doa yang dipimpin oleh Bagus Aditya.

Semangat pengembangan kapasitas mahasiswa kemudian ditampilkan melalui Pidato Bahasa Arab oleh Riandanu Pahlevi Hasibuan dan Pidato Bahasa Inggris oleh Khoirunnisa Harahap. Penampilan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk membangun keberanian, kemampuan komunikasi, serta keterampilan berbicara di hadapan publik.

suasana Character Building semakin menyentuh ketika Aifa Aufa tampil membawakan puisi “Mata Luka Sengkon Karta” karya Peri Sandi Huizche. Dengan penghayatan yang begitu mendalam, Aifa berhasil membawa suasana menjadi lebih hening dan reflektif. Setiap bait puisi seolah mengajak para peserta untuk melihat sejarah bukan hanya dari sisi peristiwa dan tokoh-tokoh yang tercatat, tetapi juga dari sisi manusia yang pernah mengalami ketidakadilan.

Puisi tersebut menjadi ruang perenungan tentang pentingnya empati terhadap korban ketidakadilan hukum sekaligus mengajak generasi muda untuk lebih kritis dalam membaca dan memahami sejarah bangsa. Pesan yang disampaikan mengingatkan bahwa sejarah perlu dipelajari secara bijaksana, dengan keberanian melihat berbagai sisi dan pengalaman manusia yang ada di dalamnya.

Suasana semakin seru ketika mahasiswa menampilkan drama sejarah bertajuk “Pembantaian Jenderal Gerakan 30 September PKI Tahun 1965”. Drama yang diperankan oleh Ramzi dan kawan-kawan tersebut menggambarkan rangkaian peristiwa penculikan sejumlah jenderal hingga peristiwa yang berkaitan dengan pembuangan jenazah ke Lubang Buaya.

Penampilan drama tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menghadirkan ruang refleksi bagi mahasiswa untuk mengenang salah satu episode penting dalam sejarah Indonesia. Sebagai bentuk penghormatan dan mengenang para korban, kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu “Gugur Bunga”.

Pesan moral dari rangkaian kegiatan tersebut semakin diperkuat melalui motivasi yang disampaikan Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan FDIK, Dr. Pahri Siregar, M.Pd.I. Ia memberikan apresiasi kepada mahasiswa Prodi Manajemen Dakwah yang telah menampilkan kreativitasnya pada kegiatan ini.

Menurutnya, mengenang sejarah bukan hanya tentang melihat kembali peristiwa masa lalu, tetapi juga mengambil nilai perjuangan yang dapat diterapkan dalam kehidupan saat ini.

“Kita semua adalah pahlawan, paling tidak pahlawan untuk diri kita sendiri. Kita harus berjuang, belajar, dan terus berproses untuk meraih masa depan yang gemilang,” ujar Dr. Pahri Siregar.

Ia menekankan bahwa mahasiswa memiliki perjalanan panjang yang harus dijalani dengan semangat, kesungguhan, dan kemauan untuk terus berkembang. Proses pendidikan, menurutnya, tidak hanya membentuk kecerdasan akademik, tetapi juga karakter, mental, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan menghadapi berbagai tantangan.

Kegiatan Character Building tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa FDIK untuk memahami bahwa menjadi pribadi yang unggul membutuhkan proses dan perjuangan. Melalui kegiatan keagamaan, seni, pidato, drama sejarah, dan motivasi, mahasiswa diajak untuk terus membangun karakter positif serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Dengan semangat belajar, berjuang, dan terus berproses, Character Building FDIK diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari pembentukan karakter mahasiswa yang berintegritas, percaya diri, berwawasan sejarah, serta memiliki kesiapan menghadapi masa depan.