Hadapi Tantangan Psikologis, FDIK UIN Syahada Perkuat Profesionalisme
Padangsidimpuan, 13 Juli 2026 – Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan kembali menggelar Apel Pagi rutin yang berlangsung pada Senin (13/7/2026) di halaman Gedung FDIK. Kegiatan ini diikuti oleh unsur pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh civitas akademika FDIK sebagai wujud penguatan disiplin, kebersamaan, dan komitmen dalam membangun budaya kerja yang profesional.
Bertindak sebagai Pembina Apel, Fithri Choirunnisa Siregar, M.Psi, Kepala Laboratorium FDIK, sementara Ahmad Toib Daulay, C.M.E dipercaya sebagai Pemimpin Apel, dan Darwin Harahap, S.Sos.I., M.Pd.I memimpin pembacaan doa yang berlangsung dengan penuh khidmat.
Dalam amanatnya, Fithri Choirunnisa Siregar, M.Psi mengangkat tema “Tantangan Psikologi dalam Menjaga Profesionalisme”. Beliau menegaskan bahwa profesionalisme tidak hanya diukur dari kemampuan teknis dan kompetensi akademik, tetapi juga dari kemampuan mengelola kondisi psikologis dalam menghadapi dinamika pekerjaan sehari-hari.
Menurutnya, terdapat lima tantangan psikologis yang kerap dihadapi oleh seorang profesional. Pertama, disonansi emosional, yaitu kondisi ketika seseorang harus menampilkan ekspresi yang berbeda dengan perasaan yang sebenarnya demi menjalankan tugas secara profesional. Kedua, sindrom impostor, yakni perasaan tidak layak atas pencapaian yang diraih sehingga sering meragukan kemampuan diri sendiri. Ketiga, kelelahan mental (mental fatigue) akibat tingginya beban pekerjaan yang dapat menurunkan fokus, produktivitas, bahkan kualitas pelayanan. Keempat, batasan diri dan konflik interpersonal, yang muncul ketika seseorang kesulitan menetapkan batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi ataupun menghadapi perbedaan karakter dalam lingkungan kerja. Kelima, beban pengambilan keputusan, yaitu tekanan psikologis yang dirasakan ketika harus menentukan keputusan penting yang berdampak pada banyak pihak.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa tantangan tersebut dapat diatasi apabila setiap insan akademik memiliki kesadaran untuk terus menjaga kesehatan mental dan membangun pola pikir yang positif. Ia menawarkan tiga langkah sederhana namun efektif sebagai solusi. Pertama, melakukan katarsis yang sehat, yaitu menyalurkan emosi melalui aktivitas positif seperti berdiskusi, berolahraga, beribadah, atau menyalurkan hobi. Kedua, menyadari bahwa setiap manusia memiliki kelemahan, sehingga tidak perlu merasa sempurna dalam setiap keadaan, melainkan terus belajar dan berkembang. Ketiga, menerapkan restrukturisasi kognitif, yaitu mengubah pola pikir negatif menjadi cara pandang yang lebih rasional, optimis, dan konstruktif dalam menghadapi berbagai tantangan pekerjaan.
“Profesionalisme bukan berarti kita tidak pernah lelah atau tidak pernah mengalami tekanan. Profesionalisme adalah kemampuan untuk mengenali kondisi diri, mengelola emosi dengan baik, dan terus memberikan yang terbaik tanpa mengabaikan kesehatan mental,” ungkap Fithri dalam amanatnya.
Suasana apel berlangsung dengan tertib, penuh semangat, dan sarat akan nilai-nilai reflektif. Pesan yang disampaikan diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika FDIK untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperkuat ketahanan mental, serta membangun lingkungan kerja yang sehat, harmonis, dan produktif.
Melalui apel pagi ini, FDIK UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh secara psikologis, sehingga mampu memberikan pelayanan pendidikan yang profesional, humanis, dan bermanfaat bagi masyarakat.




