Tim Peneliti UIN Syahada Diseminasi Kajian Ketahanan Pangan dan Pascabencana di Tapanuli Selatan
Tapanuli Selatan, 8 Oktober 2026 – Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan terus memperkuat kontribusinya dalam pembangunan daerah melalui penelitian dan kajian yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Hal tersebut ditunjukkan melalui keterlibatan tim peneliti UIN Syahada dalam Diseminasi Penelitian/Kajian dan Inovasi Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tapanuli Selatan.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Bappeda Kabupaten Tapanuli Selatan tersebut menjadi forum strategis untuk mendiseminasikan berbagai hasil penelitian, kajian, dan inovasi yang dilaksanakan pada tahun 2025 dan 2026. Kegiatan mengangkat isu strategis terkait ketahanan pangan dan pascabencana alam, sebagai bagian dari upaya mendorong pembangunan daerah yang lebih adaptif terhadap berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat.
Tim peneliti UIN Syahada terdiri atas Dr. Hj. Lis Yulianti Syafrida Siregar, S.Psi., M.A. sebagai Ketua Peneliti, Dr. Putra Halomoan Hasibuan, M.H., Muhammad Yusuf Pulungan, M.A., dan Ricka Handayani, M.M. sebagai anggota peneliti, serta Assy Syuhada Riandanu Fahlevi, mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, sebagai anggota tim.
Kegiatan diawali dengan sambutan, arahan, sekaligus pembukaan oleh Chairul Rizal Lubis, ST., MM., selaku Kepala Bappeda Kabupaten Tapanuli Selatan. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya hasil penelitian, kajian, dan inovasi sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Forum diseminasi tersebut menjadi ruang pertemuan antara dunia akademik dan pemerintah daerah untuk memperkuat pemanfaatan hasil penelitian dalam mendukung proses pembangunan. Penelitian yang dihasilkan perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti sebagai produk akademik, tetapi dapat menjadi salah satu sumber pengetahuan dan bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan serta program pembangunan.
Dalam kesempatan tersebut, tim peneliti UIN Syahada turut memaparkan hasil kajian yang berkaitan dengan isu strategis ketahanan pangan dan kondisi masyarakat pascabencana alam. Pemaparan tersebut menjadi bagian dari kontribusi akademik UIN Syahada dalam memberikan perspektif dan gagasan yang dapat mendukung upaya pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai persoalan pembangunan dan kebutuhan masyarakat.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam penelitian tersebut adalah keterlibatan mahasiswa dalam tim peneliti. Kehadiran Assy Syuhada Riandanu Fahlevi, mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah FDIK UIN Syahada, menunjukkan bahwa kegiatan penelitian juga menjadi sarana pembelajaran akademik yang melibatkan mahasiswa secara langsung.
Kolaborasi tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman dalam proses penelitian, pengkajian persoalan masyarakat, hingga penyampaian hasil penelitian dalam forum bersama pemerintah daerah. Hal ini sekaligus memperkuat budaya akademik UIN Syahada yang mendorong keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan penelitian dan pengabdian yang memiliki relevansi dengan kebutuhan masyarakat.
Ketua Peneliti, Dr. Hj. Lis Yulianti Syafrida Siregar, S.Psi., M.A., menyampaikan bahwa diseminasi hasil penelitian merupakan bagian penting dari upaya memastikan pengetahuan yang dihasilkan perguruan tinggi dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
“Penelitian akan memiliki nilai yang lebih kuat ketika hasilnya dapat dikomunikasikan dan dimanfaatkan untuk menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi sangat penting agar hasil kajian dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan yang berbasis pada kebutuhan masyarakat.”
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan penelitian sebagai bagian dari proses pembentukan pengalaman akademik dan kemampuan mahasiswa dalam memahami persoalan masyarakat secara lebih kontekstual.
“Keterlibatan mahasiswa dalam tim penelitian merupakan bagian dari proses pembelajaran yang sangat berharga. Mahasiswa tidak hanya belajar dari teori di ruang kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam mengidentifikasi persoalan, melakukan kajian, dan menyampaikan gagasan berdasarkan hasil penelitian.”
Diseminasi Penelitian/Kajian dan Inovasi Tahun 2026 tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam merespons berbagai persoalan pembangunan.
Bagi UIN Syahada, keterlibatan dalam forum tersebut menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi untuk terus menghadirkan penelitian yang relevan, inovatif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Isu ketahanan pangan dan pascabencana menjadi semakin penting untuk dikaji secara multidisipliner, mengingat dampaknya tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi dan lingkungan, tetapi juga menyentuh dimensi sosial, kelembagaan, serta keberdayaan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, UIN Syahada terus mendorong agar hasil penelitian dosen dan mahasiswa dapat menjadi bagian dari ekosistem pembangunan daerah berbasis pengetahuan. Kolaborasi yang terbangun diharapkan dapat terus dikembangkan melalui penelitian bersama, diseminasi hasil kajian, serta berbagai program strategis lainnya yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Tapanuli Selatan.
Keterlibatan tim peneliti UIN Syahada dalam forum tersebut menjadi bukti bahwa kampus tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam mencari solusi atas berbagai persoalan pembangunan dan kemasyarakatan.