Memulai Langkah di Kampus, Mahasiswa Baru Pengembangan Masyarakat Islam Dibekali Budaya Akademik dan Kode Etik pada PBAK 2026

Padangsidimpuan, 20 Agustus 2026 – Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan melaksanakan kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun 2026, Kamis (20/8/2026), di lantai 2 Gedung FDIK. Salah satu rangkaian kegiatan diisi dengan pengenalan Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) kepada mahasiswa baru.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam, Samsuddin Muhammad, M.Si., menyampaikan berbagai informasi penting mengenai profil program studi, budaya akademik, proses pembelajaran, kompetensi lulusan, kegiatan kemahasiswaan, hingga kode etik yang harus dipahami dan dipatuhi mahasiswa selama menjalani pendidikan di lingkungan UIN Syahada Padangsidimpuan.

Dalam pemaparannya, Samsuddin Muhammad menjelaskan bahwa mahasiswa baru perlu mengenali karakteristik Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam sejak awal agar memiliki gambaran yang jelas mengenai proses akademik serta kompetensi yang akan dikembangkan selama masa studi. Mahasiswa PMI diarahkan tidak hanya memahami teori pemberdayaan masyarakat, tetapi juga memiliki kemampuan dalam melakukan pendampingan, pemetaan sosial, pengorganisasian masyarakat, pengembangan potensi lokal, serta penyelesaian berbagai persoalan sosial secara partisipatif dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Menjadi mahasiswa bukan hanya tentang mengikuti perkuliahan dan memperoleh nilai, tetapi juga tentang membentuk karakter, memperluas wawasan, meningkatkan kepedulian sosial, serta mempersiapkan diri agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Mahasiswa PMI harus mampu menjadi bagian dari solusi di tengah masyarakat,” ujar Samsuddin Muhammad.

Selain pengenalan keilmuan dan profil program studi, mahasiswa baru juga dibekali pemahaman mengenai budaya akademik. Mereka didorong untuk membiasakan diri disiplin hadir dalam perkuliahan, aktif berdiskusi, membaca referensi ilmiah, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menulis karya ilmiah, serta memanfaatkan teknologi secara bijak untuk mendukung proses pembelajaran.

Mahasiswa juga diharapkan aktif mengikuti berbagai kegiatan di luar kelas, seperti organisasi kemahasiswaan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pelatihan, seminar, maupun kegiatan sosial. Aktivitas tersebut dinilai penting untuk memperkuat kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, kreativitas, serta kepekaan terhadap persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Tidak kalah penting, Ketua Prodi PMI turut menegaskan tentang kode etik mahasiswa sebagai pedoman dalam kehidupan akademik dan kemahasiswaan. Mahasiswa diwajibkan menjaga kesopanan dalam berbicara dan bersikap, menghormati dosen, tenaga kependidikan dan sesama mahasiswa, berpakaian sesuai ketentuan kampus, menjaga kebersihan serta fasilitas, dan menaati seluruh peraturan yang berlaku.

Dalam bidang akademik, mahasiswa diminta menjunjung tinggi integritas dan kejujuran dengan tidak melakukan plagiarisme, menyontek, pemalsuan data, maupun bentuk kecurangan akademik lainnya. Mahasiswa juga diingatkan untuk tidak melakukan kekerasan seksual, perundungan, diskriminasi, intoleransi, penyalahgunaan NAPZA, serta berbagai tindakan yang dapat merugikan atau merendahkan orang lain.

Etika dalam menggunakan media sosial turut menjadi perhatian. Mahasiswa diharapkan mampu menggunakan ruang digital secara bertanggung jawab, menjaga kesantunan dalam berkomunikasi, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta menjaga nama baik diri, program studi, fakultas, dan universitas.

Melalui kegiatan PBAK ini, Prodi Pengembangan Masyarakat Islam berupaya membantu mahasiswa baru memahami sejak awal siapa mereka sebagai mahasiswa, apa yang akan dipelajari, bagaimana harus bersikap, serta kompetensi apa yang perlu dikembangkan selama menjalani pendidikan.

Kegiatan berlangsung dalam suasana komunikatif dan penuh semangat. Pengenalan program studi diharapkan menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan kampus sekaligus membangun rasa memiliki terhadap Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam.

Melalui PBAK 2026, Prodi PMI berharap lahir mahasiswa yang berakhlak, berintegritas, disiplin, kritis, adaptif, memiliki kepedulian sosial, serta mampu berperan sebagai penggerak dan pendamping masyarakat. Dengan bekal budaya akademik dan pemahaman kode etik sejak awal, mahasiswa diharapkan mampu menjalani kehidupan kampus secara bertanggung jawab sekaligus mempersiapkan diri untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.