Kenali Prodi Sejak Dini, Manajemen Dakwah FDIK UIN Syahada Sambut Mahasiswa Baru melalui PBAK 2026

Padangsidimpuan, 20 Agustus 2026 – Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan menyambut mahasiswa baru melalui rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun 2026, Kamis (20/8/2026), di lantai 2 Gedung FDIK.

Pada sesi pengenalan program studi, Ketua Program Studi Manajemen Dakwah, Ricka Handayani, M.M., memperkenalkan profil Prodi Manajemen Dakwah, proses pembelajaran, kompetensi lulusan, kegiatan akademik dan kemahasiswaan, serta peluang pengembangan diri yang dapat diikuti mahasiswa selama masa perkuliahan.

Dalam penyampaiannya, Ricka Handayani menjelaskan bahwa mahasiswa Manajemen Dakwah tidak hanya diarahkan untuk memahami ilmu dakwah, tetapi juga dibekali kemampuan manajerial, kepemimpinan, komunikasi, pengelolaan organisasi dan lembaga dakwah, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung aktivitas dakwah.

Mahasiswa sejak awal perlu mengenali program studinya, memahami arah pembelajaran, serta mengetahui kompetensi yang harus dimiliki setelah lulus. Manajemen Dakwah tidak hanya mempelajari dakwah, tetapi juga bagaimana merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan serta mengelola lembaga dakwah secara profesional,” ujar Ricka Handayani.

Selain pengenalan akademik, mahasiswa baru juga dibekali pemahaman mengenai kode etik mahasiswa sebagai pedoman dalam bersikap dan berperilaku selama berada di lingkungan kampus. Mahasiswa diingatkan untuk menjaga sopan santun dalam berkomunikasi, menghormati dosen, tenaga kependidikan dan sesama mahasiswa, berpakaian sesuai ketentuan, menjaga kebersihan dan fasilitas kampus, serta menaati tata tertib akademik dan kemahasiswaan.

Dalam aspek integritas akademik, mahasiswa ditekankan untuk menjunjung tinggi kejujuran dengan tidak melakukan plagiarisme, menyontek, pemalsuan data, maupun bentuk kecurangan akademik lainnya. Mahasiswa juga diarahkan untuk bersama-sama menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan saling menghargai dengan menghindari kekerasan seksual, perundungan, diskriminasi, intoleransi, penyalahgunaan NAPZA, serta perilaku lain yang bertentangan dengan nilai akademik dan keislaman.

Kode etik tersebut juga mencakup perilaku mahasiswa di ruang digital. Mahasiswa diharapkan menggunakan media sosial secara bijak, menjaga etika komunikasi, tidak menyebarkan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta menjaga nama baik diri, program studi, fakultas, dan universitas.

Ricka Handayani juga mendorong mahasiswa untuk membangun budaya akademik yang positif melalui kedisiplinan mengikuti perkuliahan, aktif berdiskusi, membaca dan menulis karya ilmiah, berpikir kritis, serta terlibat dalam organisasi, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pelatihan, dan berbagai kegiatan pengembangan kompetensi lainnya.

Melalui kegiatan PBAK 2026, Prodi Manajemen Dakwah berharap mahasiswa baru dapat lebih cepat beradaptasi dengan kehidupan perguruan tinggi, memahami hak dan kewajiban sebagai mahasiswa, mematuhi kode etik, serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap proses akademik yang dijalani.

Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membentuk mahasiswa Manajemen Dakwah yang berakhlak, disiplin, berintegritas, kreatif, adaptif, memiliki jiwa kepemimpinan, serta mampu mengelola kegiatan dan lembaga dakwah secara profesional dan bertanggung jawab.